Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Download aplikasinya sekarang!
Bulan puasa identik dengan hidangan takjil sebagai pembuka. Kebanyakan takjil yang dihidangkan memiliki rasa manis dan menyegarkan sehingga bisa membantu melepas dahaga dan membantu meningkatkan kadar gula darah setelah puasa seharian. Kalau kita lihat, kuliner khas Indonesia ini ada beragam dari Sabang hingga Merauke. Bahkan setiap daerah juga punya menu khas Ramadan masing-masing lho! Nah, artikel Dapur Umami kali ini akan mengulas tentang kandungan gizi ragam menu takjil khas Indonesia.
Menu Kolak nggak pernah absen saat Ramadan tiba. Menu yang satu ini juga banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Perpaduan antara pisang dengan kuah kental dari santan dan gula merah yang direbus menggunakan daun pandan, membuat menu ini memiliki rasa dan aroma yang khas. Berikut adalah kandungan gizi dalam seporsi kolak (1 mangkok kecil 150 gram).
Siapa di sini yang kangen makan es cendol? Menu takjil ini juga senantiasa hadir lho saat bulan Ramadan. Biasanya cendol disajikan dengan kuah santan dan gula merah dengan topping buah nangka atau tape singkong. Berikut adalah kandungan gizi dalam seporsi es cendol (1 gelas 250 gram).
Es pisang ijo merupakan takjil khas Makassar. Menu ini menggunakan sirup DHT pisang Ambon yang membuatnya punya ciri tersendiri. Berikut adalah kandungan gizi dalam seporsi es pisang ijo (1 mangkok kecil 150 gram).
Bubur candil atau biji salak merupakan menu takjil khas daerah Jawa. Kombinasi manis gula merah dan santan creamy membuat siapa saja jadi suka. Berikut adalah kandungan gizi dalam seporsi bubur candil(1 mangkok kecil 150 gram).
Segar dan manis adalah hal yang melekat pada es campur. Ada banyak kondimen yang ada dalam es campur misalnya buah-buahan, cincau, kolang kaling dan nata de coco. Berikut adalah kandungan gizi dalam seporsi es campur (1 mangkok 200 gram).
Itu dia hidangan takjil khas indonesia beserta kandungan gizinya. Ragam kuliner ini juga jadi kekayaan yang dimiliki masyarakat Indonesia. Kalau kamu sukanya menu takjil apa? Yuk, recook takjil favoritmu dan bagikan ke Jurnal Umami.
(NTR-HF)