Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Download aplikasinya sekarang!
Hai Ma, apakah Mama biasa membuang sisa makanan di rumah? Walaupun terlihat sepele ternyata sisa makanan rumah tangga bisa memberikan dampak yang merugikan loh Ma! Menurut data Food and Agriculture Organization (FAO) sebanyak 1/3 sisa makanan di dunia terbuang sia-sia. Selain itu, di Indonesia sendiri sampah sisa makanan sudah mencapai 13 juta ton setiap tahunnya (Data The economist 2017). .Lalu, apa sih yang bisa kita lakukan untuk mengelola sisa makanan (food waste) dari unit terkecil yaitu rumah tangga? Artikel Dapur Umami kali ini akan membahas dampak dan tips tepat mengurangi food waste yang bisa dilakukan dari rumah.
Food waste adalah makanan sisa yang sebenarnya masih dapat dikonsumsi bila pengelolaannya tepat, namun harus dibuang atau terbuang karena berbagai kondisi misalnya tidak ada selera makan, porsi yang terlalu besar, hingga terjadi penurunan kualitas dari menu makanan yang dihasilkan. Food waste tidak hanya ada di restoran, rumah sakit, café atau perusahaan/industri makanan, namun juga ada di setiap rumah. Setiap rumah tangga memiliki pengelolaan makanan di dapur dan menghasilkan sisa makanan yang juga terbuang sia-sia. Food waste yang tidak terkelola dengan baik memiliki dampak negatif dalam jangka panjang, diantaranya:
1. Penyebab kerugian ekonomi, pangan dan gizi
Sisa makanan yang terbuang sia-sia tentu menyebabkan kerugian baik dari sisi ekonomi, pangan dan gizi. Ketika suatu rumah tangga membuang makanan, di daerah lain ada keluarga yang sedang kelaparan dan membutuhkan makanan. Tak jarang hal ini juga menyebabkan permasalahan gizi seperti kondisi gizi kurang dan defisiensi zat gizi mikro pada anak-anak
2. Peningkatan emisi karbon
Sisa makanan yang tidak dikelola dengan baik dan langsung dibuang begitu saja menyebabkan peningkatan emisi karbon di bumi. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab perubahan iklim dunia.
3. Terjadinya kontaminasi dan penyakit
Sampah dari sisa makanan lebih mudah mengalami proses pembusukan dan rentan menyebabkan kontaminasi. Apabila hal ini tidak tertangani dengan baik, maka dapat menyebabkan keracunan makanan dan penyakit pada sistem pencernaan.
Ada berbagai bentuk food waste yang dihasilkan oleh rumah tangga, misalnya bahan pangan segar yang tidak sesuai standar individu sehingga dibuang begitu saja (misalnya bagian batang sayuran yang tidak dimasak), makanan yang melewati batas kadaluarsa dan dibiarkan hingga mengalami kerusakan hingga makanan yang masih layak dikonsumsi namun harus dibuang karena tidak dapat dihabiskan dalam rumah tangga. Untuk meminimalisir food waste tentu ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh setiap rumah tangga. Berikut adalah tips ala dapur umami untuk mengurangi food waste di rumah tangga.
Ini dia dampak dan tips atasi food waste skala rumah tangga ala Dapur Umami. Mama sebaiknya mulai menerapkannya agar sampah sisa makanan berkurang jumlahnya. Jangan lupa ajak juga anggota keluarga dan kerabat lainnya ya Ma!
(HF)